Jumat, 25 Januari 2013

Cara Kerja Kamera Konvensional (Analog)

Cara Kerja Kamera Konvensional (Analog)

Kamera adalah alat perekam gambar. Arti dari kamera sebenarnya adalah kamar, maksudnya: kamar gelap, diambil dari bahasa Italia ”camera obscura” yang artinya kamar gelap (dark chamber). Dan memang ruang dalam kamera itu sangat gelap. Sejarah penciptaan kamera sangat panjang dan melibatkan banyak penemuan dan penemu perintis.


Bagian-bagian kamera

Komponen utama kamera adalah:
 1. Photographic lens
 2. Lens holder
 3. Diaphragm
 4. Focal plane shutters
 5. Photographic film
 6. Strap hole
 7. Shutter release
 8. Film Speed scale
 9. Expose counter
 10. Viewfinder
 11. Flash socket
 12. Focus ring

Pada awalnya kamera tidak menggunakan klise (negatif). Artinya citra gambar langsung direkam pada sebuah lempengan. Umumnya lempengan yang digunakan adalah kaca yang sudah dilapisi campuran yang sensitif terhadap cahaya. Campuran pertama yang digunakan adalah kapur dan perak. Tentu saja hasilnya sangat jauh berbeda dengan hasil pemotretan masa kini. Kodak kemudian berhasil menciptakan teknik pemotretan langsung diatas kertas walau masih belum menggunakan klise.
Kini teknik kamera konvensional (juga biasa disebut kamera analog, membedakan dari kamera digital) menggunakan film yang dibuat dari lembar plastik (selulosa) yang dilapisi emulsi garam perak halida yang sangat peka terhadap cahaya. Dan disimpan dalam tabung kedap cahaya.

Cara kerja:
Sewaktu tombol ditekan maka diafragma akan terbuka seketika. Pantulan cahaya dari benda yang ada di depan kamera masuk lewat celah diafragma itu dan menembus hingga lempengan film yang sangat peka cahaya.
Diafragma menutup secara otomatis dan tiba-tiba. Cahaya yang masuk membakar lempengan film. Cahaya terang akan membuat lapisan film terbakar (gosong) sedang cahaya gelap pada dasarnya tidak membakar lapisan. Proses selanjutnya ”CUCI” lembaran film terhadap sisa pembakaran. Hasil dari proses ini adalah : klise / negatif. Pada proses ini "arang sisa pembakaran" terbuang sehingga lapisan film menjadi putih / transparan. Sedang yang tidak terbakar tetap hitam.
Selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke atas kertas foto (positif) atau "CETAK". Istilah proses ini macam-macam: Calotype/Ambrotyp/Tintype/ Ferrotyping dsb. Proses ini harus dilakukan di ruang gelap, karena adanya cahaya akan mempengaruhi proses trasfer tersebut. Kertas yang digunakan adalah kertas foto khusus yang dilapisi senyawa ferro.
Beda foto hitam putih dan foto berwarna adalah terletak pada film-nya. Film untuk foto hitam putih hanya terdiri satu lapis senyawa garam perak halida. Sedang film berwarna terdiri minimal 3 lapis. Dimana masing-masing lapis terdiri dari campuran (komposisi kimia) yang berbeda.

Macam-macam :

1)      Kamera Foto Analog                                                                                                  
      Kamera pada dasarnya hanyalah memusatkan seberkas cahaya pada selembar film. Berkas cahaya yang dipantulkan benda dan diterima oleh lensa kamera akan dipusatkan sehingga menyinari sebuah film yang sangat sensitif terhadap cahaya. Cara kerja kamera ini hampir sama dengan cara kerja mata, mata juga mempunyai lensa yang akan memusatkan cahaya, namun pada mata yang berfungsi sebagai film adalah retina.
Gambar 1. Pemusatan cahaya oleh kamera dan mata
Intensitas cahaya yang dipusatkan oleh lensa, akan mempengaruhi film. Bagian yang terkena cahaya  terang akan menjadi bagian gelap sedangkan bagian yang terkena intensitas cahaya akan transparan, sehingga film bersifat negative. Karna film sangat sensitive, maka lensa pada kamera hanya akan terbuka saat dioperasikan saja, sehingga cahaya tidak selalu masuk dan terpusatkan ke film.

Gambar 2. Film

2)      Kamera Video Analog                                                                                                 
     Kamera video juga memiliki cara kerja yang sama dengan kamera foto,  namun pada kamera video proses penangkapan berkas cahaya dan penggantian film sangat cepat, sehingga pada roll film atau gulangan film diperoleh gambar yang berurutan.

Gambar 3. Kamera video

3)   Pemutaran Film              
     Untuk mendapatkan efek gambar bergerak, film-film yang telah memiliki gambar atau direkam dengan kamera disinari dan diarahkan pada slide atau menggunakan proyektor, film-film ini akan disinari secara bergantian dan dengan tempo yang sama dengan kecepatan perekaman.

Gambar 4. Pemutaran Roll Film

Referensi : 
  • http://www.adipedia.com/2011/03/cara-kerja-kamera-konvensional-non.html
  • http://alextc44.blogspot.com/2012/05/prinsip-kerja-kamera-analog-kamera_15.html










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar